Nah, abis belajar gimana caranya buat lagu, jangan lupa juga buat latihan vokal. Bisa jadi buat kamu yang nggak cuma suka buat lagu tapi juga nyanyi, belajar vokal deh biar jadi paket komplit!
Ini aku kutip dari catatannya
Purwacaraka Music Studio Kelapa Gading.
Check this out. =)
A. Pernapasan
Pernapasan terdiri dari dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pertama, Pernapasan dada sangat mudah karena sering kita lakukan sehari-hari.
Pernapasan dada adalah bernapas seperti halnya normal kita bernafas.
Kedua, Pernapasan perut dalam bernyanyi diperlukan agar bisa lebih tahan lama
dan lebih maksimal mengeluarkan suara, power kita akan keluar. Pernapasan perut
memungkinkan kita untuk bernyanyi dengan menggunakan ‘teknik’ bernyanyi. Latihan
untuk membiasakan pernapasan perut ketika kita bernyanyi terdiri dari 4 langkah
sebagai berikut :
1. Ambil udara dari mulut sekuat-kuatnya, masukkan ke dalam perut kita.
2. Setelah bisa merasakan bahwa udara telah memenuhi perut kita (seperti ada
balon dalam perut kita yang terus kita pompa)
3. Lalu keluarkan udara dengan suara yang mendesis atau mirip suara angin yang
keluar dari ban mobil bocor. Suara tersebut harus datar tidak boleh
bergelombang. Rahang kita dalam keadaan santai, lidah dan gigi kita digunakan
seakan-akan menghalangi aliran udara. Sehingga kita harus berusaha keras
untuk mengeluarkan udara dari perut. Proses pengeluaran suara dari mulut
tersebut biasanya bervariasi yaitu antara 20-60 detik.
4. Setelah selesai mengosongkan perut, teruskan latihan tersebut selama lima
kali. Proses latihan pernapasan ini akan berpengaruh pada otot abdominal kita
yang biasa digunakan untuk bernyanyi.
Latihan di atas disebut dengan Hissing Cycle. Jika tiap hari kita berlatih
teknik ini dengan durasi waktu cukup 5 menit saja maka 2 minggu kemudian akan
sangat terasa sekali pengaruhnya terhadap kualitas vokal kita. Insya Allah.
B. Mengeluarkan suara ketika bernyanyi
Ada 4 cara untuk mengeluarkan suara
1. Pertama yaitu dari dada, digunakan untuk suara yang rendah dan halus.
Nada-nada rendah menerapkan pengeluaran suara dari dada. Caranya yaitu dengan
merasakan bergetarnya dada ketika kita mengeluarkan suara. Posisi Bas pada
tim nasyid (acapella) banyak menggunakan teknik ini.
2. Kedua, di tenggorokan, biasanya kita bernyanyi di wilayah ini dan akan sangat
capai sekali bila kita terus bernyanyi di wilayah ini. Seorang penyanyi yang
amatir akan terus bernyanyi di wilayah ini sehingga akan kedodoran dan get
hoarse/parau. Kita berbicara menggunakan teknik ini.
3. Ketiga, di mulut hampir sama dengan di tenggorokan.
4. Terakhir adalah di luar mulut (seakan-akan berada di atas kepala, biasa
disebut dengan resonansi) digunakan untuk suara yang tinggi dan memungkinkan
keluar suara secara maksimal dengan dibantu pernapasan dari perut. Ketika
kita berteriak tanpa terasa kita menggunakan teknik ini.
Teknik mengeluarkan suara yang telah dijelaskan di atas digunakan semuanya
ketika kita bernyanyi. Untuk nada yang rendah, kita gunakan suara dada. Untuk
nada yang normal kita gunakan suara tenggorokan, yang lebih tinggi dari suara
normal kita, gunakan suara mulut. Dan nada yang paling tinggi, kita pergunakan
suara resonansi kita. Perlu berlatih lama untuk bisa membedakan dan membiasakan
cara pengeluaran suara tersebut.
C. Pemanasan
1. Mulai dengan pernapasan perut: praktekkan pernapasan perut di atas pada awal
latihan
2. Cara mengeluarkan suara:
A I U E O: lafalkan bunyi huruf vokal ini yang di urut dari nada rendah
sampai dengan nada tinggi yang bisa kita capai.
3. Dinamisasi
- ma ma ma ma ma ma ma ma (2X)
ma ma ma ma ma ma ma ma ma……….
- ni ne no ha! ha! ha (3 X